Paguyuban Mas TRIP Bagikan Ratusan Paket Sembako kepada Warga Jelang Idul Fitri 1446 H

JAKARTA – Menjelang Lebaran 2025, Paguyuban Mas TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) membagikan ratusan paket sembako ke warga di Jakarta Selatan. Warga masyarakat yang mendapatkan bingkisan lebaran produk bahan pokok adalah kelompok ojol atau ojek online, sopir taxi, dan sekuriti yang sekitar pusat perbelanjaan dan kuliner Citos, Cilandak, Jakarta, Jum’at (21/3/2025).

Puluhan anggota Mas TRIP yakni Keluarga Pejuang Jawa Timur berbaur dengan warga masyarakat saling berbagi sebagai penegasan bahwa ormas ini sejak awal berdiri dilahirkan berada di tengah-tengah rakyat. Memberikan perhatian, empati, dan simpati kepada masyarakat yang rentan terhadap inflasi. Paguyuban Mas TRIP yang merupakan keluarga anak-anak Tentara Pelajar dibawah kepemimpinan Destry Damayanti yang saat ini dipercaya sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) periode 2024-2029, berusaha merawat legacy para orang tua mereka yang telah menjadi patriot bangsa dengan membangun solidaritas dan kegotong-royongan kepada anak bangsa lainnya. 

Ketua Dewan Penasehat Paguyuban Mas TRIP Hendy Hendriono Sunaryadi mengatakan pembagian sembako kepada abang ojol, sopir taxi, dan securiti menjadi program Paguyuban Mas TRIP di bulan Ramadan 1446 H ini. 

“Teman-teman di Paguyuban Mas TRIP berkeinginan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang secara ekonomi kurang beruntung karena harus bekerja keras menarik motor atau mobil tiap hari jika ingin dapur ngebul, dalam kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja,” ujar Hendy kepada wartawan. 

Ratusan paket sembako yang diberikan tersebut diharapkan dapat membantu warga yang akan berlebaran nanti dengan tidak dengan rasa cemas karena harga-harga barang turut naik. Pada kesempatan itu Hendy Hendriono Sunaryadi didampingi Pengurus Mas TRIP, salah satunya Ketua Bidang Kemitraan dan Kemasyarakatan Sosial Anna R Legawati.

“Acara bakti sosial sering kami lakukan. Untuk saat sekarang salah satunya pemberian 200 lebih paket sembako, berupa beras, minyak goreng, tepung terigu dan gula pasir,” jelas Hendy.

Bukan hanya kegiatan pembagian takzil dan sembako selama bulan suci Ramadan saja Paguyuban Mas TRIP bergerak di akar rumput. Hendy mengungkapkan kepedulian Paguyuban Mas TRIP juga salah satunya dengan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan melalui aksi membersihkan spot-spot di kawasan Car Free Day (CFD) di Sudirman-Thamrin, Jakarta. 

“Saat itu kita bersama teman-teman sambil berolah raga ringan ikut memungut sampah plastik dari pengguna CFD sepanjang jalan Sudirman-Thamrin sebagai penegas anak-anak Tentara Pelajar pun mengungkapkan Jakarta bersih dari polusi sampah,” bebernya. 

Tepatnya pada 21 Juli 1946, Kota Malang diputuskan menjadi Pusat Markas TRIP Jawa Timur. 

“Kami juga di setiap tanggal 21 Juli, di Kota Malang mengadakan peringatan atas peristiwa di tahun 1946. Yakni perlawanan 37 anak pelajar melawan pasukan Komando Belanda. Kejadiannya di Jalan Salak. Peristiwa itu selalu kita peringati sebagai refleksi dan pengingat generasi sekarang untuk tidak boleh melupakan sejarah,” urainya. 

Menurut Hendy, dirinya merupakan generasi kedua dari Mas TRIP. Saat ini telah berkembang generasi ketiga, bahkan sudah ada generasi keempat. 

“Di setiap 10 November kita ke Jawa Timur. Ada acara Peringatan Hari Pahlawan. Kami juga melakukan ziarah ke makam pahlawan. Termasuk di Jakarta,” ujarnya. Pada momentum tersebut, Hendy mengajak generasi ketiga dan keempat untuk meneruskan legacy nilai-nilai perjuangan para pejuang kemerdekaan dengan membuat film dokumenter maupun kegiatan napak tilas. 

Sementara itu, Ketua Bidang Kemitraan dan Kemasyarakatan Sosial Paguyuban Mas TRIP Anna R Legawati berharap pemberian sembako pada saat jelang lebaran dapat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan.

“Kami dari Paguyuban Mas TRIP berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan teman-teman. Kami ingin terus hadir di tengah-tengah rakyat mewarisi semangat para orang tua kita sebagai anggota Tentara Pelajar bahwa perjuangan yang utama adalah bagaimana rakyat bisa tersenyum dan bahagia,” tegas aktivis perempuan yang pernah menjabat Anggota DPRD DKI Jakarta/ Fraksi Partai Golkar ini.